1

Hari ini Jalan Kesehatan Ganti Jadi Nama Tokoh Pers Nasional

Keluarga besar wartawan patut berbangga hati. Pasalnya bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021, Pemerintah Kota meresmikan penggunaan nama R.M. Tirto Adhi Soerjo sebagai nama jalan menggantikan Jalan Kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya di hadapan perwakilan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Keluarga RM Tirto Adhi Soerjo dan sejumlah sejarahwan budayawan, di Bogor Creative Center, Jalan Ir. H Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa (9/11/2021) siang.

Menurut Bima, penggantian nama Jalan Kesehatan menjadi Jalan RM Adhi Soerjo itu sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap perjuangan Adhi Soerjo, sebagai tokoh pers nasional yang telah berjuang untuk Indonesia.

“Cukup banyak tokoh-tokoh legendaris, fenomenal hebat tercatat ada dalam sejarah diakui oleh negara, tapi tidak cukup dikenal secara kekinian oleh anak muda, padahal kiprahnya luar biasa menentukan, berpengaruh dan seharusnya menginsprasi salah satunya sosok RM Tirto Adhi Soerjo. Sosok RM Tirto Adhi Soerjo merupakan pendiri surat kabar pertama yang berbahasa melayu, pemimpin sarikat islam dan juga jurnalis yang kritis tapi juga menjadi organisator dan aktivis,” ungkap Bima Arya.

Saking fenomenalnya, kata Bima, menginspirasi Pramoedya Ananta Toer untuk ‘menghidupkan’ ketokohan RM Tirto Adhi Soerjo di buku Bumi Manusia yang kemudian di film-kan oleh Hanung Bramantyo.

“Kenapa penting untuk di populerkan secara kekinian, karena saat ini tantangan jurnalis tetap kritis dimasa kritis tidak mudah, tetap kritis terhadap penguasa dengan segala resikonya tidak mudah dan paling tidak mudah lagi adalah tetap kukuh idealisme tanpa iming-iming materialisme,” kata Bima.

Bima menambahkan, Kota Bogor sangat bangga kepada RM Tirto Adhi Seorjo. Selain dikebumikan di Kebon Pedes, nama beliau juga akan diresmikan sebagai nama jalan di pusat Kota Bogor.

“Mudah-mudahan RM Tirto Adhi Soerjo bisa terus menginspirasi temen-temen jurnalis saat ini, terus menjadi guidens bagaimana berjuang secara kritis dengan resiko apapun. Beliau wafat diusia sangat muda belum 40 tahun tapi aura dan ceritanya mengalir terus hingga akhir jaman,” tuturnya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Sejarah di Departemen Sejarah dan Fiologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran, Prof. Dr Nina Herlina menuturkan, bahwa RM Adhi Soerjo sudah diangkat jadi pahlawan nasional pada tahun 2006. Selain itu, dirinya juga bersyukur Wali Kota Bogor telah mengabadikan nama RM Tirto Adhi Seorjo sebagai nama jalan untuk mengganti jalan kesehatan. Hal itu untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan RM Tirto Adhi Soerjo.

“Dengan dijadikannya nama RM Tirto Adhi Seorjo menjadi nama jalan, tentu saja ada manfaatnya, pertama untuk memberikan inspirasi kepada generasi muda bagaimana berbakti kepada bangsa dan negara tanpa pamrih. Kedua untuk memberikan penghargaan kepada pahlawan yang telah berjasa di Kota Bogor,” tutur Nina.

Menurut Nina, RM Tirto Adhi Soerjo dari Bogor membuka dan menyebarkan ide-ide gagasannya tentang wawasan kebangsaan. Selain itu, RM Tirto Adhi Soerjo adalah orang pertama yang mengangkat istilah anak hindia mengganti istilah pribumi dan itu jelas-jelas mengankat martabat negara ini.

Di tempat yang sama, cicit RM. Tirto Adhi Soerjo, Denny Irawan, dijadikannya nama RM Tirto Adhi Soerjo merupakan suatu penghargaan dari Pemkot Bogor. Begitu juga dengan gelar kepahlawan. Sesuatu yang luar biasa penghargaan dari pemerintah, karena perlu diketahui ini bukan permintaan dari pihak keluarga.

penulis Pratama

Editor Aldho Herman