1

Menzikon/CRK Pusziad Temukan 2 Korban Gempa Bumi Cianjur

Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) dari Menzikon/CRK Pusziad sejumlah 50 personel telah diterjunkan langsung ke lokasi bencana gempa bumi di beberapa lokasi Kab. Cianjur.
 
Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Dony Siswanto memimpin langsung evakuasi korban gempa bumi masyarakat Desa Mangunkerta Kec. Cugenang Kab. Cianjur Jawa Barat. 
 
Pada Jumat (25/11/2022) pasukan Menzikon/CRK Pusziad berhasil mengevakuasi 2 korban longsor akibat gempa bumi di Desa Mangunkerta Kec. Cigenang Kab. Cianjur Jawa Barat.
 
Pasukan Menzikon Pusziad terus berupaya mencari dan menemukan korban yang diduga masih tertimbun oleh puing-puing dan tanah longsor akibat gempa bumi di daerah Kab. Cianjur Jawa Barat, dengan bantuan Alat berat Excavator PC70 dan di bantu oleh personil dari BASARNAS. 
 
Penulis Pratama/bakamlaTNI
Editor Aldho Herman



Mengais Sisa Harta Benda, Warga Temukan Uang Tunai dan Emas

Hari ke empat paska bencana gempa, warga terdampak dan para relawan mulai membenahi sisa reruntuhan. Saat melakukan pembongkaran, sejumlah warga menemukan kembali harta benda mereka yang terkubur reruntuhan.

“Alhamdulillah emas dan uang milik korban ditemukan dan diserahkan kepada pemiliknya,” kata Karin relawan JMI Peduli, saat proses pembongkaran di Kampung Sarampad, Kecamatan cugenang RT 02/RW 03, Cianjur, Jumat (25/11/2022).

Sementara itu, team trauma healing JMI Peduli terus melakukan upaya terapi khusus kepada anak-anak korban terdampak bencana dengan mendongeng dan berbagi snack yang diperoleh dari Garuda Food.

Meski suasana duka dan haru masih menyelimuti para korban terdampak, tak sedikit dari mereka yang sudah beraktivitas bahu membahu bersama para relawan lainnya.

Penulis Saleh Nurangga

Editor RB Adhiyaksa




Belum Berizin, Satpol PP Resmi Segel Mie Gacoan Semplak Bogor

Tindakan tegas dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor dengan menyegel resto Mie Gacoan di Jalan Brigjen Saptaji, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kamis (24/11/22). Penyegelan dilakukan karena diduga tempat makan tersebut, belum mengantungi izin.

Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syach yang memimpin langsung penyegelan tersebut mengatakan, penyegelan dilakukan karena Mie Gacoan tersebut belum melengkapi sejumlah perizinan.

“Hari ini Satpol PP Kota Bogor lakukan penyegelan Resto Mie Gacoan, segel ini berlaku dan berlangsung selama 14 hari. Meski Mie Gacoan di Cilendek Barat ini belum beroperasi, berbeda dengan Mie Gacoan di Jalan Pajajaran dan Jalan Raya Tajur,” kata Agustian Syach.

Menurut Agus, tindakan penyegelan dilaksanakan terhadap Mie Gacoan di Bogor Barat, karena hingga saat ini pihak Mie Gacoan tidak dapat memperlihatkan sehauh mana perizinan yang dimilikinya. Dari mulai KRK sampai PBG.

“Di Kota Bogor ada tiga cabang Mie Gacoan, yang di Jalan Raya Tajur dan Jalan Pajajaran sudah memiliki KRK. Tapi ingat KRK bukan merupakan bukti perizinan, itu hanya keterangan rencana ruang kota,” jelas Agus.

Sementara itu perwakilan Vendor dari Mie Gacoan Bogor Barat Bara, menyampaikan hal yang berbeda. Menurutnya Mie Gacoan Bogor Barat sudah miliki KRK.

“Kami sudah miliki KRK dan sudah keluar,  namun PBG nya sekarang kan harus SLF nah itu yang saya tempuh. Hari ini saya ketemu konsultannya jadi mungkin setelah berproses saya menghadap lagi (pol pp). Saya pastikan KRK untuk semua cabang gacoan sudah keluar,” ucap Bara.

 

Penulis : Yudi Budiman
Editor Aldho Herman




Dua Proyek Belum Tuntas, Bima Ngaku Kecolongan

Keterlambatan pembangunan pedestrian seputar Bogor Medical Center (BMC) dan pembangunan jembatan Muarasari, membuat Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kesal dan heran. Terlebih orang yang mengerjakan proyek tersebut merupakan rengrengan yang mengerjakan proyek Pedestrian Jalan Sudirman yang dinilai amburadul di akhir tahun 2021 lalu.

“Saya sedang evaluasi pimpinan OPDnya (Pimpinan PBJ-red), evaluasi juga sistem PBJ nya dan aturan-aturan yang kami buat,” kata Bima kepada wartawan, Rabu (23/11/2022).

“Saya tidak mau kecolongan lagi, ini pasti ada sesuatu yang salah. Pokoknya yang akan saya coret bukan hanya kontraktornya, orang-orangnya saya lihat terlibat dalam proyek saya blacklist,” tambah Bima.

Bima mengaku sudah mengantongi nama-nama pengusaha jasa kontruksi yang terlibat dan meminta PBJ lebih teliti karena orang-orang itu hanya berganti bendera saja.

“Saya sudah kantongi nama-nama orangnya. Kalau ketemu orangnya itu-itu juga, hanya berganti bendera harusnya kan terdeteksi. Sistim harus mendeteksi mana orang yang berganti bendera, itu sistemnya harus diganti,” tegas Bima.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Bogor, Agnes Andriani Kartika Sari mengatakan, kalau di PBJ itu hanya administratif, nah kalau masalah pengerjaan lebih ke pengawasan di lapangan.

“Hasil PBJ by sistem, semua dokumen pemilihan secara administratif mereka lolos ya sudah. Jadi pak wali menekankan lebih kepada saat pelaksanaan pekerjaan, ya diawasi lah dengan benar. Proses PBJ itu kan dievaluasi by sistem. Yang kami evaluasi adalah dokumen administratif nya, soal on the spot lebih kepada dokumen nya bener apa enggak. Tapi pada saat melaksanakan di lapangan siapa, harus ditegur, itu di luar kendali kita,” tuturnya.

“Yang kami pilih yang berkontrak, tapi kalau bukan mereka yang mengerjakan harus ditegur dan itu ranahnya bukan di kami. Yang harus bertanggung jawab penuh yang menerima kontrak, yang mengajukan penawaran ke kami.
Yang menerima kontrak nya bukan nama yang dicatat pak wali. Kami diatur Perpres dan semua sudah by sistem,” tambah Agnes.

Agnes malah menunjuk bahwa ranah yang harus berwenang untuk menegur apabila terpilihnya kembali orang-orang yang sudah masuk dalam blacklist Wali Kota Bogor Bima Arya adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Jadi ranahnya di PPK, kami hanya administrasi pemilihannya saja. Jadi pengadaan bukan selesai di PBJ, yang harus mengerjakan itu yang bertanda tangan kontrak. Setelah itu tanda tangan kontrak, ranah PPK. Apakah betul kemarin yang mengerjakan Pedestrian BMC harusnya pak Muslimin, tapi bukan dia yang berkontrak kan,” pungkasnya.

Penulis Pratama
Editor aldho herman




Dirikan Posko Kemanusiaan, JMI Peduli Hadirkan Pendongeng hingga Beri Colokan Listrik Gratis

CIANJUR,

 

Korban terdampak bencana gempa Cianjur masih sangat membutuhkan bantuan dari semua kalangan. Tak hanya memberitakan keadaan disana, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Mancing Indonesia (JMI) memilih mendirikan posko kemanusiaan, menghadirkan pendongeng anak hingga memberikan akses listrik gratis kepada masyarakat terdampak. 

 

Ketua JMI Peduli, Agil mengatakan, keberadaan Team Reaksi Cepat (TRC) JMI Peduli besutan JMI Bogor Raya sejak terjadinya bencana, telah berupaya membantu warga terdampak secara nyata. 

“Bersama para relawan TRC JMI Peduli, kami sudah membangun tenda hunian sementara, memberikan mereka bantuan beras dan memberikan akses listrik agar mereka bisa menghidupkan ponselnya,” kata Agil, Kamis (24/11/2022). 

 

Saat ini, kata Agil, warga terdampak bencana khususnya di Kampung Sarampad Wetan RT 02/RW 03, Desa Sarampad, Kecamatan Sugenang, Cianjur sangat membutuhkan perlengkapan tidur yang layak, air bersih dan susu balita. 

 

Selain itu, kata Agil, hasil assasment JMI Peduli juga mengungkapkan, dibutuhkannya sarana listrik baru untuk setiap tenda pengungsian sebagai sarana penerangan dan kebutuhan warga lainnya. 

 

“Kami bertekad membangun sarana air bersih, menghadirkan toren air dan pipanisasi sementara dan sarana MCK untuk warga. Setelah itu kami ingin membangun tenda mushola agar masyarakat bisa beribadah,” ujarnya. 

 

Sementara itu, korban meninggal akibat Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo Barat Daya Cianjur yang meluluhlantakkan Kabupaten Cianjur kini bertambah menjadi 268 dari sebelumnya berjumlah 162.

 

Kemudian tercatat korban yang mengalami luka-luka baik ringan ataupun berat sebanyak orang dan korban mengungsi berjumlah orang. 

 

Data tersebut merupakan data terupdate yang dirilis oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menggelar jumpa pers di Pendopo Cianjur, Selasa, (22/11/2022). ()




Gempa Cianjur, Batalyon Infanteri 315/Garuda Terjun ke Lokasi

Paska gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Batalyon Infanteri 315/Garuda langsung menerjunkan pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana untuk membantu korban gempa. Tepatnya di Jalan Sarongge Desa ciputri kecamatan Pacet kabupaten Cianjur Jawa Barat, Selasa (22/11/2022).

Selain membagikan paket bantuan sosial (bansos),  prajurit Yonif 315/Grd juga membantu mendirikan tenda-tenda pengungsian dan membersihkan puing-puing yang terdampak gempa.  Demikian dikatakan Danyonif 315/Grd Letkol Inf Kunto Wibisono S.H., ., CHMRP.

“Kami juga menyiapkan tenaga medis untuk diperbantukan meringankan warga yang kesulitan mendapatkan pertolongan pertama, dikarenakan puskesmas dan rumah sakit terdekat sudah dipenuhi para korban dari bencana tersebut,” kata Danyonif.

Danyonif berharap,  bantuan dari personil Yonif 315/Grd dan instansi lainnya bisa dapat membantu korban yang ada di lokasi kejadian. Berdasarkan data korban dari bencana gempa di Jalan Sarongge Desa Ciputri kecamatan Pacet kabupaten Cianjur Jawa Barat terdiri dari 150 KK yang mengalami luka ringan 59 org, luka berat 14 org, ibu hamil 3 org, meninggal 1 org dan kerugian materil berupa rumah 87% mengalami rusak berat.

“Saya harap seluruh prajurit Yonif 315/Grd mampu melaksanakan bantuan penanggulangan bencana alam di wilayah Cianjur ini bekerja dengan baik dan bisa membantu masyarakat, dengan tidak mengurangi faktor keamanan,” harapnya.

Penulis Saleh/*

Editor Aldho Herman