1

Ubah Limbah Jadi Berkah

MENGENAL LEBIH DEKAT KAMPUNG PERCA SINDANG RASA KOTA BOGOR

Penulis Aldho Herman

Mungkin tak semua tahu, jika di Kota Bogor ada sebuah kampung yang memiliki potensi jasa maupun wisata di satu lokasi. Kota Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, memang tengah giat-giatnya membangkitkan potensi wisata ataupun jasanya terutama sejak pandemi covid 19 melanda 2 tahun ke belakang.

Sebut saja Kampung Perca, kampung yang berlokasi di Kelurahan Sindangsari Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor ini memiliki potensi luar biasa yang patut diacungi jempol. Kampung yang berdiri di tengah menurunnya tingkat perekonomian masyarakat dunia, termasuk Kota Bogor akibat pandemi covid 19 layak menjadi percontohan wilayah lain.

Latar belakang lahirnya Kampung Perca pun tak lepas dari kebijakan pemerintah menerapakan pembatasan mobilitas warga saat pandemi covid. Hal ini menyebabkan melambatnya aktivitas perekonomian masyarakat, bahkan PHK terjadi dimana-dimana. Menurut hasil survey Bagian Perekonomian Pemkot Bogor, sebanyak Kepala Keluarga (KK) di Kota Bogor perekonomian keluarganya terdampak akibat covid 19.

Di Kelurahan Sindang Sari yang merupakan lokasi Kampung Perca berada, terdapat peningkatan jumlah pengangguran menjadi 52,75 persen. Dari 182 menjadi 278 orang yang tidak bekerja, dan kemiskinan meningkat menjadi 105 persen dari 581 menjadi kepala keluarga. Melihat kondisi tersebut perlu dicari solusi, hingga akhirnya dilakukanlah Rembug Warga untuk menciptakan peluang usaha berdasarkan potensi yang dimiliki. Sampah limbah kain menjadi sorotan dalam rembug warga tersebut, hingga tercetus ide untuk mengembangkan limbah kain menjadi bernilai.

Berbekal pinjaman mesin jahit dari PT HAS (Harapan Antar Sesama) milik Mardiyanto (warga), dan keuletan Ibu Lurah  Sindang Rasa dan ide Ibu RW 01 yang mengajarkan 15 warga untuk menjahit selama 2 bulan. Akhirnya lahirlah berbagai produk dari limbah kain perca berupa, taplak, masker dan keset rool. Limbah kain pun mulai menghasilkan pendapatan meski nilainya tak besar. Pemerintah Kota dan wilayahpun mulai terpikirkan untuk membuat skala usaha lebih besar, hingga akhirnya tercetuslah membuat Kampung Perca yang melibatkan lebih banyak warga. Dan diharapkan bisa menggerakan perekonomian warga lebih banyak.

Kolaborasi pun dilakukan Pemkot Bogor, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan stakeholder untuk memecahkan masalah kualitas, sarana prasarana, pemasaran, modal usaha dan workshop gelar karya.

Menurut Ketua Dekranasda Kota Bogor Yane Andrian Sugiarto, Kampung Perca didirikan dengan tujuan menggerakan eksisting masyarakat berdasarkan potensi sumber daya lokal yang ada. Merubah limbah perca menjadi produk bernilai ekonomi, dan menjadikan kampung perca sebagai tempat wisata belanja.

“Kami berharap kampung perca bisa mejadi salah satu daya ungkit terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi recovery Kota Bogor,” kata Yane.

Kolaborasi Pemkot Bogor, Dekranasda Kota Bogor dan stakeholder pun menghasilkan ide-ide brilian. Mulai dari ide mendekor kampung perca hingga membuat gerbang, pop up store yang bisa untuk berjualan pendukung kampung perca seperti food and beverage dan rumah galeri. Bukan itu saja, jenis produk yang dihasilkan dari limbah perca pun makin berkualitas dan beragam. Mulai dari celemek, sajadah, tas selempang, sarung tangan masak dan berkebun, keset serta taplak. Hingga produk premium hasil kolaborasi dengan Adrie Basuki untuk menyediakan produk perca berkelanjutan, seperti busana pria dan wanita, dan lain sebagainya.

Kampung Perca pun akhirnya diresmikan Wali Kota Bogor, Bima Arya, Jumat (8/10/2021) berbarengan dengan diresmikannya Kampung Gerakan Masyarakat Hidup dan Sehat (Germas).Wali Kota Bogor didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno dan Camat Bogor Timur, Rena Da Frina, melantik duta germas. Yakni duta KB Pria, Duta Kampung Perca, Duta Dasigana (Dasawisma Siaga Corona), Duta Kampung Siaga, Duta Karling (Keluarga Sadar Lingkungan), dan Duta Mas Eco (Masker Ecobrick).

Menurut Bima, ke depan tugas para duta ini memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk mendukung program Germas di wilayah, khususnya di Kelurahan Sindangsari.

“Kampung Germas merupakan simbol sehat dan Kampung Perca adalah simbol sejahtera. Untuk mencapai keduanya, diperlukan peran serta dan kontribusi semua pihak dalam bentuk kolaborasi,” kata Bima.

Bima menambahkan, harus ada kolaborasi semua pihak. Semua harus ada dan bersama-sama, tidak mungkin hanya PKK atau Dinas Kesehatan, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Saya titip semua harus ada, harus sama-sama, semakin kompak, semakin solid, semakin sehat, semakin sejahtera,” kata Bima.

Komitmen Pemkot Bogor dan Dekranasda serta stakeholder untuk mendukung Kampung Perca tak main-main, produk kampung perca kini bisa anda temukan di Pusat Kerajinan Dekranasda di Jalan Binamarga No 1 dan di Galeri Dekranasda Kota Bogor  Mall Botani Square.

Semoga kampung perca ini bisa terus berkembang dan menopang perekonomian masyarakat, hingga mempercepat upaya pemulihan ekonomi Kota Bogor. /*

 




Kalapas Kelas II A Bogor Resmikan Instalasi Air Bersih

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bogor meresmikan instalasi air bersih layak minum untuk dikonsumsi warga binaan pemasyarakatan dan petugas lapas pada Senin (28/11/2022). Pengadaan mesin dan instalasi air bersih layak minum ini, merupakan kerjasama Lapas Kelas II A Bogor dengan PT Beliver Karya Indonesia yang penandatanganan perjanjian kerjasamanya telah dilakukan pada 15 Juni lalu di aula Graha Sahardjo Lapas Kelas II A Bogor.

Presiden Direktur PT. Beliver Karya Indonesia, Betania Eden Thenu mengatakan, bahwa mesin yang diinstal di Lapas Bogor ini, adalah mesin custom yang mana equipment-nya didatangkan dari luar negeri sedangkan perakitannya di sini. “Jadi, kami rakit disini tapi equipment-nya itu kami datangkan dari luar karena memang di Indonesia belum ada,” terangnya.

Ia menjelaskan, sumber air yang digunakan adalah air sumur dan air PDAM. Air sumur di treatment sebanyak 6 kali. Sedangkan air PDAM sebanyak 5 kali. Hasil air dari treatment itu sendiri pH-nya 7 dan TSD-nya 13. Berarti bisa dikatakan bahwa air ini sebenarnya air terapi. Jadi, bagus untuk detox bagi tubuh. “Air yang dialirkan ke kamar warga binaan memakai sumber air dari sumur. Meski air di sini tidak terlalu kotor tapi tetap perlu kami suling. Sedangkan untuk air yang diinstal di dispenser kita pakai air dari PDAM. Dispenser ini tanpa galon ya. Jadi, bisa untuk air normal, air panas dan air dingin,” jabarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, teknologi yang digunakan memakai reverse osmosis. Tehnik pengolahannya, pertama air ditampung kemudian dialirkan ke reverse osmosis. Terus difilter lagi sebelum mengalir didistribusikan ke kamar yakni di UV dulu agar semua kuman mati atau terbunuh di situ. Kapasitas yang dapat diproduksi oleh mesin ini yaitu 7 liter per menit dan sangat-sangat bisa meng-cover kebutuhan air di tempat ini.

“Jadi, air yang mengalir ke setiap kamar warga binaan melalui pipa adalah air yang benar-benar layak minum yang sudah tersuling beberapa kali. Untuk pengawasan akan kami cek secara berkala satu bulan sekali supaya kualitasnya terjaga. Jadi, akan kami berikan laporannya secara rutin dari hasil pengecekan. Dan perlu saya sampaikan, Kalapas Pak Yohanes Waskita adalah pencetus dimulainya konsumsi air layak minum untuk warga binaan. Ini adalah pilot project dan ini adalah lapas pertama dari seluruh Indonesia yang menerapkan ini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Bogor, Yohanes Waskito menyampaikan, pada tanggal 15 Juni 2022 Lapas Kelas II A Bogor bersama PT Beliver Karya Indonesia, menandatangani kerjasama dalam hal hibah mesin instalasi penyedia air bersih layak minum bagi warga binaan Lapas Bogor. Apa yang dilakukan PT Beliver ini, merupakan bentuk perhatian kepada warga binaan pemasyarakatan khususnya dalam hal penyediaan air bersih sehingga tidak ada lagi warga binaan yang dehidrasi.

Karena menurutnya, air bersih merupakan satu kebutuhan yang penting bagi warga binaan yang selama ini prosesnya masih tradisional yakni masih dengan dimasak. Tapi dengan bantuan dari PT Beliver ini, warga binaan Lapas Bogor, mulai hari ini dan seterusnya akan menikmati air minum bersih dan sehat. Bukan lagi air yang dimasak. Tapi air sehat yang melalui proses alat-alat canggih dan luar biasa.

“Kalau teman-teman menanyakan kok lama ya dari Juni ke November? itu bukan pengerjaannya yang lama tapi memang pengadaannya itu pasti ada proses untuk bisa sampai ke Indonesia. Jadi, pada kesempatan ini, saya dan jajaran Lapas Bogor mengucapkan terima kasih kepada pimpinan PT Beliver Karya Indonesia, yang sudah memberikan perhatian yang luar biasa khususnya ke Lapas Bogor,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, air bersih ini sudah bisa digunakan kurang lebih seminggu yang lalu. Sudah melalui proses pengecekan di laboratorium juga. Artinya air itu betul-betul memenuhi standar untuk air minum yang dikonsumsi oleh manusia. Alat ini di tempatkan di setiap kamar. Mungkin kurang lebih sekitar 80-90an kamar yang sudah terpasang. Ini bentuknya hanya keran saja yang dipasang di samping jendela sehingga mudah terjangkau. Jadi, meskipun kamar ini terkunci warga binaan tetap bisa mengambil air minum.

“Kalau dulu kan ada waktu, pagi, siang, malam. Jatah airnya itu kita barengi dengan jatah makan. Tapi sekarang dengan bantuan alat dari PT Beliver ini, penyediaan air minum ini tidak lagi perlu harus ada proses masak memasak. Sehingga kapan saja warga binaan bisa menikmati walaupun dalam keadaan kamar terkunci. 24 jam mereka bisa menikmati aliran air minum ini” ungkapnya.

Waskito melanjutkan, dengan apa yang dilakukan PT Beliver, memberikan hibah alat mesin untuk mensterilkan air yang siap minum yang diletakkan pada setiap kamar-kamar hunian itu suatu hal yang luar biasa dan setahu dirinya di lapas-lapas di Indonesia ini belum ada. “Mudah-mudahan alat dan penyediaan air minum di Lapas Bogor ini bisa menjadi contoh untuk lapas dan rutan di seluruh Indonesia. Dan saya berharap ada kebijakan dari pimpinan kementerian atau pimpinan dari lembaga kemasyarakatan, Lapas Bogor ini bisa di contoh sehingga warga binaan di seluruh Indonesia bisa terpenuhi hak-haknya dalam mendapatkan air minum di lapas,” tandasnya.

penulis pratama




Filantra dan Launchgood Salurkan Al Quran Braille

Filantra dan Launchgood menyalurkan bantuan Al Quran braille terhadap 70 para disabilitas tunanetra di Yayasan Mentari Hati, Kota Bogor, Minggu (27/11). Pemberian bantuan ini karena penyandang disabilitas netra memiliki hak yang sama untuk bisa mengakses informasi maupun sarana dan prasarana publik lainnya.

Keterbatasan dalam indra penglihatan bagi penyandang disabilitas netra harus didukung dengan difasilitasi akses, salah satunya melalui huruf braille.
Huruf braille menjadi metode yang mudah untuk disabilitas tunanetra menerima informasi. Keberadaan huruf braille menjadi peran penting untuk memudahkan mereka mengetahui bacaan.
Filantra bersama Launchgood menjembatani para disabilitas tunanetra agar memiliki akses mudah untuk mendapatkan fasilitas Al Quran braille. Selain itu, Filantra juga membagikan bantuan sembako dan bantuan tunai.
Ketua Yayasan Mentari Hati, Rani Noviyanti mengaku sangat terbantu atas bantuan yang diberikan untuk teman-teman netra.
“Terima kasih saya ucapkan untuk Filantra dan Launchgood yang telah membantu teman-teman tunanetra di Mentari Hati untuk pembagian Al quran Braille. Saya sebagai ketua Yayasan Mentari Hati sekaligus mewakili teman-teman tunanetra di Kota Bogor sangat terbantu dengan bantuan Al Quran braille dan juga bantuan lainnya. Bantuan ini sangat memudahkan kami dalam mengakses Al Quran,” ucap Rani Novianti.
Rani yang juga seorang disabilitas netra menuturkan bahwa untuk bisa membaca Al quran braille membutuhkan waktu yang lumayan lama, apalagi jika belajar di usia dewasa.

Sejak tujuh tahun lalu Yayasan Mentari Hati berdiri, Rani tidak patah semangat memberi dukungan dan juga mengajar kepada para disabilitas tunanetra setiap Jumat agar bisa membaca Al quran braille.
Keberadaan Rani menjadi salah satu yang dicari, karena pengajar Al quran braille jumlahnya terbilang masih sedikit, sementara jumlah penyandang disabilitas tunanetra cukup banyak.
Setiap hari Jumat, Rani selalu rutin mengajar teman-teman netra ini. Mereka datang dari berbagai wilayah di Bogor. Meski tidak ada bayaran, namun Rani yang netra sejak dewasa, tepatnya setelah melahirkan anak pertamanya hanya berharap agar keberadaan dirinya sebagai disabilitas tunanetra bukan untuk dikasihani, tapi mereka juga bisa berdaya dan memberi manfaat bagi banyak orang.

penulis pratama/*




Gelar RDP, Pansus Raperda Pinjol Serap Aspirasi Masyarakat

HUMPROPUB – Tim Pansus Raperda inisiatif tentang Perlindungan dan Pencegahan Dampak Pinjol, Renternir dan Bank Keliling menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Kamis (24/11).

Pimpinan Pansus Raperda Pinjol, Angga Alan Surawijaya, menerangkan RDP ini digelar oleh tim pansus guna menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan dimasukkan kedalam draft Raperda.

“Banyak masukan dari masyarakat terutama soal kondisi dilapangan tentang maraknya pinjol, bank keliling dan sebagainya sehingga meresahkan masyarakat serta sebagian besar meminta menertibkan lembaga-lembaga ini,” ujar Angga, Senin (28/11).

Banyaknya aduan dan masukan dari masyarakat ini, nantinya kata Angga akan ditindaklanjuti dengan memastikan peraturan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan tupoksi dinas yang menjadi penyelenggara Perda.

“Tentunya akan kita tindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki Pemkot Bogor, dan juga mudah-mudahan masukan ini akan kita bahas di rapat selanjutnya bersama Pemkot Bogor,” jelas Angga.

Lebih lanjut, Angga juga memastikan bahwa Raperda tentang Pinjol ini akan diharmonisasikan dengan peraturan yang ada di tingkat pemerintah pusat. Sehingga, nantinya terdapat batasan jelas antara wewenang pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam hal pencegahan dan penanggulangan dampak dari Pinjol.

“Masalahnya sekarang ini belum ada payung hukum yang secara khusus mengatur permasalahan pinjol, bank keliling dan sebagainya, tetapi kita berupaya untuk mencari celah hukum yang sekiranya secara aturan tidak bertentangan dengan pusat, tetapi secara efek bisa mengurangi dampak dari maraknya pinjol maupun bank keliling dilapangan,” kata Angga.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil survey yang ada, para pengguna pinjol di Indonesia, didominasi oleh guru, ibu rumah tangga dan mahasiswa.

Sehingga, menurut Angga, akan ada penekanan didalam Raperda yang menuntut Pemkot Bogor untuk melakukan sosialisasi agar masyarakat bisa menahan diri agar tidak terlibat dengan pinjol.

“Nanti dalam pinjol ini kita akan menekankan pada upaya penguatan Pemkot Bogor untuk bisa mensosialisasikan kepada masyarakat, pertama berkaitan dengan menahan diri untuk meminjam. Lalu selektif dalam memilih penyedia pinjaman dan mendorong agar lembaga pinjaman ilegal bisa ditertibkan,” pungkasnya.




Hut PGRI, SMK Kesehatan Prof Dr Moestopo Gelar Lomba

HUT PGRI yang ke 77 di SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo diperingati dengan acara pentas seni (PENSI) dan berbagai perlombaan yang diselengarakan d ilapangan SMK Prof dr. Moestopo Sabtu, (26/11/2022).

Fransisca Agustina, Kepala sekolah SMK Prof. Dr. Moestopo mengatakan, HUT PGRI yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN) ini, adalah hari dimana para siswa dan siswi mengenal dan mengerti profesi guru. Guru adalah profesi yang mulia, atau  pahlawan tanpa jasa.

“Acara ini juga moment untuk mengingatkan siswa dan siswi agar bisa menghargai guru,” ujarnya.

Lanjut Fransisca, berbagai acara diselengarakan di HUT PGRI diantara nya, pentas seni, tarik suara, drama, baca puisi dan marawis. “Alhamdulillah acara ini terselenggara dengan meriah, karena dua tahun ke belakang bukan hanya Indonesia melainkan seluruh dunia terkena dampak dari pandemi. Alhamdulillah seluruh tenaga pengajar dan para siswa siswi terlihat antusias mengikuti acara HUT PGRI ini,” pungkasnya.

Penulis Ahmad Fauzi

Editor Aldho Herman




Menzikon/CRK Pusziad Temukan 2 Korban Gempa Bumi Cianjur

Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) dari Menzikon/CRK Pusziad sejumlah 50 personel telah diterjunkan langsung ke lokasi bencana gempa bumi di beberapa lokasi Kab. Cianjur.
 
Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Dony Siswanto memimpin langsung evakuasi korban gempa bumi masyarakat Desa Mangunkerta Kec. Cugenang Kab. Cianjur Jawa Barat. 
 
Pada Jumat (25/11/2022) pasukan Menzikon/CRK Pusziad berhasil mengevakuasi 2 korban longsor akibat gempa bumi di Desa Mangunkerta Kec. Cigenang Kab. Cianjur Jawa Barat.
 
Pasukan Menzikon Pusziad terus berupaya mencari dan menemukan korban yang diduga masih tertimbun oleh puing-puing dan tanah longsor akibat gempa bumi di daerah Kab. Cianjur Jawa Barat, dengan bantuan Alat berat Excavator PC70 dan di bantu oleh personil dari BASARNAS. 
 
Penulis Pratama/bakamlaTNI
Editor Aldho Herman