Temui Warga Sakit, ZM Gulirkan Rencana 1 Posyandu 1 Juta

Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, menjadi lokasi kampanye sapa warga calon Wakil Walikota Zaenul Mutaqin (ZM). Zaenul didampingi tim Sahabat ZM, menyusuri gang ke gang menemui sejumlah warga, Rabu (4/4/2018).

Salah satu warga RW 01 yang sakit bernama Enur mendapat kunjungan Zaenul. Enur berusia 20 tahun, namun badannya kecil karena menderita penyakit sejak usia 2 tahun. Jadi selama 18 tahun Enur tanpa daksa. Kondisinya tidak bisa berbicara dan tubuhnya tidak bisa digerakan.

“Pemerintah harus memperhatikan kehidupan dan kondisi Enur, baik untuk pengobatan dan biaya hidupnya, apalagi warga ini yatim piatu dan diurus oleh kakek neneknya dengan kondisi rumah yang ngontrak,” ujar Zaenul disela melihat kondisi Enur.

Kunjungan menemui warga yang sakit dilanjutkan Zaenul di RW 02, Eny yang menderita penyakit sejak 1987, dengan kondisi tubuhnya yang lumpuh. Ada juga warga di RW 03 bernama Bogi yang salah satu matanya terkena jamur sehingga matanya mengecil. Terakhir Zaenul menyempatkan menemui Taufik (55) yang menderita penyakit komplikasi.

Disela blusukan, warga juga banyak yang meminta swafoto dengan Zaenul, karena di wilayah Semplak itu banyak warga yang rindu kehadiran politisi partai berlambang Ka’bah itu. Selain mengunjungi warga yang sakit, ZM juga menerima sejumlah keluhan, aspirasi dan permintaan warga, diantaranya, keluhan soal perhatian pemerintah terhadap posyandu, biaya pendidikan yang setiap tahun harus membayar daftar ulang.

“Saya fokuskan kampanye sapa warga disini, untuk mengobati kerinduan warga Semplak dan banyak warga yang sakit memerlukan pelayanan kesehatan. Banyak juga aspirasi dan masukan warga yang akan menjadi catatan bagi saya,” jelasnya.

Terkait masalah keluhan kader kader posyandu, ZM mengungkapkan bahwa Pasangan RZ sudah memprogramkan memberikan bantuan BOP bagi kader kader posyandu, dengan alokasi anggaran Rp1 juta setiap posyandu diseluruh Kota Bogor.

“BOP untuk kader kader posyandu harus ditingkatkan dan kami sudah menyiapkan programnya, yakni memberikan dana revite Rp1 juta untuk setiap posyandu. Permasalahan posyandu ini menjadi perhatian, bukan masalah kader saja, tetapi sarana prasarana nya juga harus mendapat perhatian,” beber Zaenul yang berpasangan dengan Cawalkot Achmad Ru’yat ini.

Reporterpratama

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *