DMI: Jadikan Masjid Pusat Peradaban

Rapat Kerja dan silaturahmi Masyarakat Kemasjidan yang digelar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor kali ini, membahas beberapa materi yang menjadi pokok pembahasan tentang penguatan institusi/kelembagaan masjid.

“Dengan rakerda ini supaya masjid tidak hanya diurus serampangan, tidak hanya diurus apa adanya. Tetapi kita ingin masjid juga diurus dengan aspek-aspek legal dan profesional, yang kedua kita ingin membuat Masjid menjadi sebuah kesadaran bagi masyarakat bahwa masjid memiliki evout yang luar biasa bagi pemberdayaan masyarakat. Dan yang ketiga kita ingin menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan tidak hanya menjadi pusat ibadah mahdom, tetapi untuk kegiatan-kegiatan ibadah diluar mahdom,” kata Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kota Bogor Ade Sarmili.

Dengan mengoptimalkan fungsi Masjid, lanjutnya, diharapkan DKM sadar dengan isu-isu pemberdayaan, isu-isu politik, isu-isu yang terkait dengan keberpihakan, isu-isu penetasan dengan kemiskinan. “Jadi Masjid tidak hanya menjadi sebuah tempat peradaban bagi masyarakat yang di Masjid saja, tapi Masjid juga mempunyai efek kesegaran bagi masyarakat sekitar,” kata Ade.

IMG-20170521-WA0007

 

Selain itu, Ade menambahkan, dalam agenda kali ini digelar pelatihan kepada unit pengumpul zakat. “Kita ingin menjadikan Masjid sebagai sentrum untuk masyarakat, bisa merujuk kemana mereka membayar zakat infaq sodaqohnya. Kami ingin semua masyarakat menitipkan zakat, infaq dan sodaqohnya di Masjid terdekat, dan Masjid sudah memiliki satu pendekatan terkait zakat, infaq dan sodaqoh. Kami berharap mesjid ini menjadi pusat ekonomi,” jelasnya.

Ahmad jumaedi

print

You may also like...