Resah Kondisi Bangsa, Mahasiswa IPB Konsolidasi

Ribuan mahasiswa Institut Pertanian Bogor melakukan konsolidasi memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Sabtu (20/5/2017) di Kampus IPB Dramaga. Konsolidasi ini dilakukan untuk merespon keresahan para mahasiswa terkait kondisi bangsa saat ini.

Dalam kegiatan itu, para mahasiswa juga membacakan ikrar untuk menjaga Bhineka Tunggal Ika. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa IPB, Panji Laksono mengatakan sebagai puncaknya para mahasiswa akan melakukan aksi pada 22 Mei mendatang ke Istana Kepresidenan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan.
“Ada banyak kondisi yang saat ini terjadi yang membuat mahasiswa resah. Kami berharap, konsolidasi ini bisa menjadi momentum mahasiswa untuk mendapat pencerahan dan penyadaran agar mulai melakukan sesuatu sebagai kontribusi bagi pembangunan bangsa,” kata Panji.

IMG-20170520-WA0023

 

Konsolidasi yang mengangkat tema “Kesetiaan Mahasiswa IPB Menjaga Bhineka Tunggal Ika” ini juga diharapkan mampu menimbulkan kesadaran mahasiswa IPB akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Momentum ini juga menjadi langkah nyata bagi mahasiswa IPB untuk membuktikan tugas pergerakannya dalam mengawal persatuan dan keutuhan NKRI.

 

Rektor IPB Herry Suhardiyanto yang hadir langsung dalam konsolidasi tersebut mengatakan mahasiswa harus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. “Tidak cukup hanya mengkritisi. Terus mengkritisi tapi tidak melakukan apapun untuk bangsa, juga tidak ada gunanya. Mereka harus jadi bagian dari solusi permasalahan bangsa,” kata Herry.
Dia juga meminta momen Harkitnas ini dimaknai oleh mahasiswa sebagai awal pergerakan mereka dalam bersikap lebih dewasa. Terlebih, banyaknya paham radikal yang ada di sekitar mahasiswa. Herry menampik adanya tudingan IPB sebagai salah satu sarang gerakan radikal. Meski dia mengakui jika pemikiran radikal pasti ada di sekeliling mahasiswa. “Kalau pemikiran radikal pasti ada di mana-mana. Namun, tidak ada gerakan radikalisme di IPB,” ucap Herry. (Deni)***

print

You may also like...