Menu

Dark Mode
Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial Santuni 200 Yatim dan Dhuafa, PWI Makin Nyata Bermanfaat untuk Warga

Citizen Journalist

GTP Ajak Warga Cegah Banjir dengan Menanam

badge-check


					GTP Ajak Warga Cegah Banjir dengan Menanam Perbesar

Banjir bandang yang menerjang wilayah Sukaresmi khususnya area parkir SMAN 2 Kota Bogor, mendapat perhatian aktivis lingkungan komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP). Akhir pekan kemarin GTP menanam 10 pohon buah buahan.

Menurut Heri Cahyono, salahsatu penggagas GTP,komunitanya akan menanam 10 pohon buah untuk memperbaiki struktur tanah di lingkungan SMA 2 Bogor. Jika merujuk pada topografi Kota Bogor yang berada pada ketinggian di atas 500 m dpl maka seharusnya kecil kemungkinan terjadi banjir.

“Faktanya bukan hanya di Kota Bogor saja tetapi di berbagai tempat yang merupakan dataran tinggi juga tidak luput dari bencana banjir. Hal ini bisa karena sistem drainase yang kurang baik, sehingga air hujan yang seharusnya masuk ke saluran air malah meluap karena tersumbat.

Selain masalah drainase kita juga menghadapi kondisi topografi lahan yang rentan terhadap longsor, karena kondisi tanah di kota bogor bergelombang dan banyak sekali tebing di sekitar aliran sungai.

Longsor lanjutnya, bisa menimbulkan kerusakan disekitar lokasi, dan bisa menutup saluran air serta banyak kemungkinan kerugian yang diakibatkan dari bencana longsor tersebut.

“Kita tidak ingin bencana terus terulang, untuk itu senantiasa kita harus merawat lingkungan di sekitar agar tidak rusak. Pemerintah memang wajib membangun infrastruktur yang memadai agar sistem drainase bisa berfungsi dengan baik dan mencegah terjadinya potensi bencana longsor dengan pembangunan tanggul tanggul dll, namun tetap saja peran pemerintah tersebut tidak ada artinya jika kita sebagai warga juga tidak merawat lingkungan kita dengan baik,” kata Heri.

Heri menambahkan, peran dan konstribusi warga ini sangat besar. Bencana terjadi jika alam tidak mampu lagi menopang banyaknya tekanan yang menimpanya, tetapi alam yang selalu terawat akan bisa menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

“GTP mengajak kepada warga kota bogor untuk selalu merawat lingkungan disekitar kita, pohon yang kita tanam tentu banyak manfaatnya, akar akar yang tumbuh akan mampu menahan tanah dari gerusan hujan sehingha bisa menahan potensi longsor, akar itu juga bisa meyerap dan menyimpan air sehingga tidak semua air hujan yang turun akan menjadi limpasan air dan berakibat banjir,” katanya.

Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Longsor dan Banjir Terjang Sukabumi, Komunitas PMC Turun Tangan Kirim Bantuan

10 November 2025 - 15:47 WIB

Ordinariatus Castrensis Indonesia Turut Ambil Bagian Perdana dalam SAGKI 2025

4 November 2025 - 13:49 WIB

IPSM Bogor Selatan Peringati Isra Miraj

10 February 2025 - 14:05 WIB

Edufarm Malakasari: Transformasi Lahan Kota Menjadi Oase Pendidikan

6 July 2024 - 17:10 WIB

Perkuat Silaturahmi, Bogor Berkumpul 2024 Gelar Nobar Timnas

30 April 2024 - 13:54 WIB

Trending on Citizen Journalist