Minim Rambu, Simpang Tajur-Sukasari Bogor Ancam Pengendara

Simpang tiga Lawanggintung dari arah Tajur dan Sukasari menuju Lawanggintung rupanya perlu sentuhan rekayasa lalulintas Dinas Lalulintas dan Angkutan Jalan Kota Bogor. Sebab, bagi pelancong yang baru melintasi jalur tersebut, persimpangan ini mengundang maut saat bablas melaju lurus ke arah sejalur arus kendaraan dari Sukasari.
Pantauan Kabaronline, Sabtu malam (25/6/2016), sejumlah kendaraan plat B yang meluncur dari arah Tajur, tak sadar harus berbelok ke kiri. Mereka bablas dan akhirnya bentrok dengan arus kendaraan dari Sukasari. Kecelakaanpun tak terelakan.
Sejumlah pengendara roda dua, terjatuh lantaran berhadapan dengan kendaraan roda empat. Hanya teriakan-teriakan sejumlah warga sekitar yang menjadi penyelamat mereka yang bablas. Minimnya, rekayasa lalulintas untuk menjamin keselamatan pengendara harus menjadi perhatian khusus.
Satu jam berada di warung sate Madura milik Tahir yang berada tak jauh dari lokasi, sudah ada 16 kendaraan roda dua dan 3 unit roda empat yang bablas. Mereka tampak kebingungan mencari jalan. “Sebelum ada lampu penerangan, sering sekali tabrakan. Pernah gerobak sate saya ditabrak motor juga,” kata Tahir.
Indri, warga Bogor yang juga menyaksikan banyaknya kendaraan yang bablas dan membahayakan pengemudi, meminta aparat terkait menambah penghalang jalan di separator simpangan jalan.
“Jangan menunggu korban berjatuhan, kasian pengendara yang tidak hafal jalan. Melihatnya saja sudah mengerikan karena berkali-kali nyaris tabrakan adu banteng,” ‎kata Indri yang juga ikut berteriak ketika ada pengendara yang bablas dan nyaris tabrakan. #RB. Adhiyaksa
image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *